Milad ke-28, Perguruan Pencak Silat Beksi Pukul Kedung Dalem H. Pikan Gelar Kenaikan Sabuk
Kabupaten Tangerang,—Perguruan Pencak Silat Beksi Pukul Kedung Dalem H. Pikan memperingati Milad ke-28 tahun sekaligus menggelar kegiatan kenaikan tingkat sabuk bagi para murid, Minggu, 13 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendorong generasi muda agar terus mencintai, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya pencak silat.
Acara tersebut dihadiri Kepala Desa Kedung Dalem, Suryadi, serta mantan Kepala Desa Kedung Dalem sekaligus sepuh Beksi Pukul H. Pikan, Jaenudin.
Turut hadir Abdul Ghofur selaku Ketua IPSI Kecamatan Mauk, Abah Rosid dari Pengurus IPSI Kabupaten Tangerang, perwakilan Perguruan Pencak Silat Terumbu Banten, serta sejumlah undangan dan keluarga besar Perguruan Beksi Pukul Kedung Dalem H. Pikan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sebanyak 32 murid mengikuti prosesi kenaikan tingkat sabuk. Mereka terdiri atas beberapa tingkatan, yaitu 17 orang dari tingkat none ke sabuk putih, 11 orang dari sabuk putih ke sabuk kuning, 1 orang dari sabuk kuning ke sabuk merah, 1 orang dari sabuk merah ke sabuk orange, 2 orang dari sabuk orange ke sabuk hitam.
Prosesi kenaikan sabuk tersebut menjadi salah satu bentuk penghargaan atas proses latihan, kedisiplinan, kemampuan, serta perkembangan para murid dalam mempelajari ilmu dan seni bela diri pencak silat.
Ketua Padepokan sekaligus Pinisepuh Beksi Pukul H. Pikan, Arnan, menyampaikan dukungannya terhadap semangat para murid untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan.
Menurutnya, niat, bakat, dan semangat para murid merupakan modal penting dalam menjaga keberlangsungan pencak silat sebagai bagian dari budaya bangsa.
“Kami mendukung dan mensupport niat, bakat, dan semangat para murid dalam melestarikan budaya serta meningkatkan prestasi,” ujar Arnan.
Ia berharap para murid tidak hanya memiliki kemampuan dalam bela diri, tetapi juga mampu memahami nilai-nilai yang terkandung dalam pencak silat, seperti kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, persaudaraan, dan sikap menghormati sesama.
Rangkaian kegiatan Milad ke-28 dan kenaikan sabuk tersebut kemudian ditutup dengan berbagai penampilan pencak silat dari para murid.
Penampilan tersebut menjadi ajang bagi para pesilat muda untuk menunjukkan hasil latihan sekaligus memperlihatkan bahwa pencak silat tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bela diri, tetapi juga memiliki nilai seni dan budaya yang perlu terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Peringatan Milad ke-28 Perguruan Pencak Silat Beksi Pukul Kedung Dalem H. Pikan diharapkan dapat menjadi momentum untuk terus membangun semangat pembinaan generasi muda, meningkatkan prestasi, serta menjaga eksistensi pencak silat sebagai warisan budaya di tengah perkembangan zaman.